POLLING
Asrama banyak diminati karena :

Madding Online

Asrama Loh Ya, Bukan Penjara

11.07.2015

Pengirim : Juli (Alumni Asrama Trenggono)

“ASRAMA LOH YA, BUKAN PENJARA”


      “ Busett… Ini asrama kok mewah banget yak, beda sama asrama SMP saya dulu.” Ini adalah kalimat yang pertama kali saya ucapkan saat masuk ke asrama putri yang banyak orang menyebutnya ASRAMA PUTRI TRENGGONO. Ya inilah tempat tinggal saya selama kurang lebih 3 tahun saya menempuh pendidikan  di kota Yogyakarta. Mewah?? Mungkin kalian akan bertanya tanya kenapa saya bisa menyebut asrama ini mewah. Alasannya karena menurut saya asrama ini serba ada dan sangat lengkap, apalagi setelah saya melihat makanan yang ada di asrama ini sangat Wooww. Keadaaan di asrama ini memberikan saya kenyamanan yang lebih sehingga saya betah tinggal disini. Tentunya banyak pengalaman yang berbeda pula yang saya dapatkan dan rasakan disini. Mulai dari suster, pembina asrama, teman, peraturan, fasilitas dan suasana asramanya itu lohhh.


      Sedikit berbagi pengalaman saja, di asrama ini saya mendapatkan banyak pelajaran bagaimana hidup bersama dalam satu atap. Hidup bersama dalam satu atap tentunya bukan hal yang mudah untuk dijalani, apalagi dengan keadaan asrama yang dihuni oleh 3 angkatan. Tetapi, dengan kerendahan hati dan sikap menghargai yang selalu  saya tanamkan dalam diri saya membuat saya bertahan hidup disini bersama mereka yang adalah keluarga saya juga. Konflik? Pastinya sudah banyak saya alami disini, apalagi kita tinggal bersama cewek-cewek yang mulutnya itu lohhh (biasanya kan cewek itu cerewet). So, jelas kalau banyak konflik yang terjadi di dalam asrama ini. Tetapi hal itu sudah menjadi hal yang biasa karena adanya masalah dapat  membuat kita semakin dewasa. Salah satu contohnya pada saat kegiatan “Management Conflict”  di angakatan saya. Di kegiatan ini semua masalah yang terjadi dalam angkatan saya dibahas tuntas samapai ke akar-akarnya sehingga kita tidak lagi saling membicarakan teman satu sama lain. Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat karena semenjak kegiatan itu angkatan saya menjadi lebih baik dan lebih menghargai satu sama lain. Hal ini membuat saya semakin yakin bahwa asrama ini memang benar-benar membentuk anak-anaknya menjadi yang lebih baik dan dewasa.


      Saya ingin bercerita tentang keprihatinan saya terhadap anak asrama yang belum peka terhadap lingkungan sekitarnya. Sebut saja si “Dia”, siang itu saat pulang sekolah saya melihat Dia dari jauh sedang duduk di depan unit. Lama kelamaan saya mendekat dan melihat ternyata Dia sedang asyik bermain gadget miliknya. Selain itu saya juga melihat sebuah tanaman terjatuh persis di depan Dia duduk. Tetapi saya tidak melihat respon darinya untuk mengambil pot bunga itu dan juga tidak mengembalikannya ke tempat semula. Mirisnya saat pot bunga itu jatuh, saya jelas melihat bahwa si Dia juga melihat pot itu jatuh, tapi apalah responnya (sangat membuat geregetan). Saya sengaja tidak melakukan tindakan apapun karena saya ingin melihat bagaimana kepekaan Dia terhadap lingkungan sekitarnya. Saya menunggu dan melihat Dia dari dalam unit kurang lebih selama 5 menit, alhasil Dia tetap tidak bergerak sama sekali dan hanya terfokus pada apa yang dipegangnya yaitu “Gadget”. Wooww… sesuatu yang sangat luar biasa menurut saya karena saat ini ternyata bukan manusia yang mengendalikan Gadget tetapi Gadgetlah yang telah mengendalikan manusia sehingga menjadikan kita buta terhadap lingkungan di sekitar kita. Akhirnya saya pun bertindak mengambil pot bunga itu dan menaruhnya kembali ke tempat semula. 


      Dari kejadian ini yang saya pikirkan adalah apakah teman-teman yang tinggal di asrama akan terus mempunyai sikap mementingkan diri sendiri seperti itu terus entah terhadap suster, pendamping asrama, teman-teman atau semua yang kita temui di asrama ini? Ini menjadi catatan penting untuk kehidupan kita selanjutnya. Hal yang paling penting untuk teman-teman yang saat ini masih tinggal di asrama, asrama bukan penjara yang membuat kita tertekan. Kita tertekan karena kita sendirilah yang membuat hidup kita menjadi sulit saat tinggal di asrama. Saya yakin jika kita menjalani semua peraturan di asrama dengan ikhlas dan senang hati pasti kita akan merasa asrama seperti rumah kita sendiri, saya dapat berkata demikian karena saya sudah membuktikannya sendiri. Jadi intinya jalani hidup ini karena kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi di depan kita nanti.


By : Juli


Alumni Asrama Putri Trenggono


 

YAYASAN SYANTIKARA
Jl. Kolombo CT VI / 001 YOGYAKARTA – 55221
Telp./ Fax (0274) 515805